Catatan harian di RSJ Bogor (3)
June 24th, 2009Rabu, 24 Juni 2009
Saat saya tiba, seorang petugas tengah mencukur rambut beberapa pasien di teras. Mereka antri dengan tertib. Sebagian yang lain tengah main bola bersama petugas. Para petugas melayani pasien dengan telaten sekali. Hari ini jadwal pengajian. Beramai-ramai mereka datang ke musholla diiringi para suster. Beberapa menghindar, memilih masuk kamar. Saya turut ke musholla. Pasien yang dibolehkan ikut pengajian adalah mereka yang sudah relatif stabil emosinya. Pasien saya sibuk mengenalkan saya pada teman-temannya dari bangsal lain. Saya terharu. Saya sendiri tidak pernah mengenalkan pasien saya pada teman-teman. Tanpa sadar saya sudah mendegradasi aspek keinsanan mereka. Mereka masih menoleh pada saya, sambil mendengarkan cerita pasien saya –yang entah apa yang ia ceritakan pada teman-temannya- untuk menutupi jengah, saya pasang muka serius. Berhasil. Perhatian mereka kembali fokus pada pengajian. Pengajian di mulai. Pertama-tama mereka membaca sholawat, kemudian mengirim al-fatihah bagi orang-orang terdekat. Mendoakan mereka yang tengah sakit. Setelah itu pasien dibolehkan untuk membaca surat-surat pendek. Mereka berinisiatif mengajukan diri. Pasien saya yang pertama maju. Senyumnya sumringah ketika saya acungkan dua jempol. Read the rest of this entry »