Mereka yang kembali..

Suatu ketika, Daud sedang membaca kitabnya, di dalamnya tertera kisah para nabi terdahulu dengan gelar alaihi salam tersemat di akhir nama mereka. Beliau bergumam, apa gerangan yang membuat mereka di gelari keagungan seperti itu. Allah ta’ala melalui perantaraan malaikatNya menjawab,”wahai Daud, sesungguhnya mereka adalah hambaKu yang telah melampaui beratnya derita ujian dariKu”. Seketika Daud berseru,”bila demikian, wahai Tuhanku, ujilah aku. Ujilah aku”.

Siapa yang tidak tergetar hati ketika diingatkan kisah ini. Ada seorang hamba, manusia yang meminta dirinya untuk di uji, demi sebuah kedudukan di sisiNya ta’ala. Pernyataan dari lisan seorang pejuang yang membuat siapapun yang tengah berjuang menempuh jalanNya menjadi gelisah. Bagaimana caranya kembali dan menerima hadirNya dengan segenap sukacita.

Ibarat musafir yang perasaannya meluap-luap terliputi rasa rindu-bahagia membayangkan kampung-halamannya. Mengumpulkan bekal dengan harapan penuh membuncah. Semoga cukup sebagai penghibur setelah sekian lama tak sua. Walau harus menempuh perjalanan yang melelahkan dan menguras segenap energi, tidak pernah hirau dengan segala kendala dan kesulitan yang merintangi perjalanan. Luapan rasa bahagia bertemu dengan sang kekasih hati… adalah segalanya.

Mungkinkah bisa membangun rasa seperti ini saat memikirkan Ia ta’ala?. Sebagaimana seorang pecinta yang akan membawakan apapun yang menjadi pesanan kekasihnya dan berupaya merealisasikannya dengan segenap upaya. Menerima cemberutnya, ngambeknya sebagai bentuk kemanjaan yang makin menggugah rindu.

Segala perlakuannya di terima sebagai bentuk kasih-sayang yang makin menyulut api hasrat kerinduan.

Bagaimana menuju Ia ta’ala dengan karakter seorang pecinta? Yang sibuk melakukan apapun yang sekiranya bisa menarik perhatian sang pujaan hati?

Lihatlah seorang gadis akan terpikat hatinya ketika ia merasa dirinya dimengerti. Dipahami. Tanpa harus banyak kata. Saat hati demikian peka untuk mengerti apa yang jadi kehendaknya. Demikian pula interaksi kita denganNya ta’ala. Tak ada yang paling Dia ta’ala tunggu, kecuali ketika kita dapat berjalan sesuai apa yang menjadi kehendakNya ta’ala. Tidak peduli terlihat pedih, sulit sekalipun. Segalanya berasal dariNya dan akan kembali padaNya. Segala sesuatu hanya bersemayam di sisiNya ta’ala. Tak akan kemana.

One Response to “Mereka yang kembali..”

  1. Tessa Says:

    I’m still learning to love God.
    But i can imagine when a person willing to do anything to fulfil the needs of the loved one….

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

:mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad: