Fenomena Friendster (2)
First of all, mari kita lihat bagaimana (umumnya) seseorang mendefinisikan dirinya:
1. (Berusaha) berendah hati, tapi..tetep kliatan ninggiin mutu:
“Apa ya? Yang jelas pria berkeluarga yang menjalani kehidupannya sebagaimana umumnya pria berkeluarga lainnya”
2. Limited-vocab / tidak terbiasa eksplorasi diri:
- “don’t have a clue..”
- “BIASA AJA”
- “No comment dah coba adja langsung =)”
3. Standard-minded:
“I’m flowing like the river from the mountain through the hills..I just want to do my best. I hope God pleased with..”
4. Rada..umm..sophisticated or hyperbolic?:
“Life-questioning-driven humorously error-in-a-good-way artistically-romantic religiously-meticulously-seriousized person….”
Nah sekarang, let’s see comments and testimonial:
• Kliatan banget ngelabanya, ga?:
- hii…pa’kbr nich??waduh tambah cantik aj nich,kpn qta ngumpul2 brng lg??…skrng udh gawe ato msh kul???…klo aq mah msh kul nich lg berjuang melawan kemalasan,,,do’a kan aq ya biar cepet lu2sny…
- I think…
1. she’s a nice person
2. she’s smart girl
3. waaaaaaah when she in 3rd high school she has same class with me yeah! 3IPA3 is cool class but we from different school but still 3IPA3 is great class yaaaw! hehe
4. hmmm she’s has good looking to
5. sometimes she’s can be a crazy girl I mean it’s like creative girl
6. bla..bla..
• Ada juga yang serius, (struggling to be) wise and mature, tapi..kok nge-frendster?:
- salammulaikum
alhamdulillah saya masih bisa ngisi testynya Antum o**,,,,,,
cuma mo ngingetin aja, seandainya antum berhasil dengan apa yang di cita2inya, jngn lupa banyak bertasyakur ma Allah SWT,
dan jadikan semua cita2 itu bermanfaat bagi orng lain
dan semoga sukses dunia akhirat………..karena kesuksesan itu adalah salah satu ujian dri Allah SWT…
wasalam…
• Hemm..it takes such-effort. Tampil beda: (no wonder..ekspresi cinta;)
“ A Friends ABC”
(A )ccepts you as you are.
(B)elieves in “you”
(C)alls you just to say “HI”
(D)oesn’t give up on you
(E)nvisions the whole of you
(even the unfinished parts)
(F)orgives your mistakes..
(G)ives unconditionally..
(H)elps you..
(I)nvites you over ..
(J)ust “be” with you..
(K)eeps you close at heart ..
(L) oves you for who you are ..
(M) until (Z)
• Kalo ini..ABG getu looh (quantities more important than qualities):
- mUth kNgeNdh bNgt nEcH mA nAx” moesTopo
bUbAr yU
eH………u mSh iNgt kHan ma kuW
muTh,kMu pnYa aLamat fS pnYa saPa Aja?
rePh
- hau muth kuwh jg kgendh bngedh m km…
kpn km ktm mrk??
muth q gnt numb..
- o clown gblkk it ?!
it bkn fang tp nyo tman ini .
• Entertaining people:
- sebenernya gue dulu ngelamar jadi tukang salon tapi kagak keterima. Katanya terlalu macho… (aiih macho kita dikata!)
- Oh… tolee…. kowe wis dadi Satpam
saiki…. Sing prigel lan telaten yo le
nyambut gawe… simbok buangga tenan
karo kowe lee… Guagah temen yo kowe
saiki… simbok dadi kuangen banget
karo kowe.. kapan le mulih ning
Tempurejo… simbok uenteni, mengko
simbok nggawe rawon remenan
awakmu… wis yo… salam katresnan
seko simbokmu ning dusun… O iyo,
simbok iki mbok gawe’no testimoni yo,
mbok uenteni yo…
- He was my SMP’s classmate. Kita
satu regu di Pramuka. Kalau gak salah
nama regunya Raja Singa…bukan begitu
bukan? He..he..
Dia cerdas, baik, pemalu ama cewek
(bukan berarti nafsu ama cowok lho..),
selalu menonjol, and brave enough (to
get shame..heheh)
Hal yang aku paling ingat dari dirinya
adalah, kalau hormat jari-jarinya agak
menekuk. Hormat a’la Kopasus katanya.
Ini anak memang sangat militeristik. Apa-
apa diasosiasikan dengan tentara. Ini
anak memang setia dengan Pramuka-
nya. Di kala yang lain sudah veteran
Pramuka, dia masih saja gabung (di
SMA). Dan Panglimanya pada saat itu
adalah Kopral Jenderal Kotep Surotep,
komandan paling garang di batalyonnya.
Konon, doyan makan durian plus
kulitnya.
- Dari potomu aku sudah bisa tahu,
kamu orang yang berbirahi tinggi. :-))
- Haaiii… hawayu?
Ini rekan kerja saya
waktu kecil saya
pernah njewer dan nangkep anak ini
karena ’salah ngambil sendal’ di masjid
(mau ngambil sendal tapi salah jadi
ngambil beduk. Terang aja ketauan,
wong diumpetinnya di balik baju).
Banyak ditaksir wanita, tapi malah
naksir panda dan orang utan… heran.
Preferensinya akan pasangan memang
agak lain. Sekarang dipindah ke bagian
IT.. hebat euy… Sukanya komputer,
linux, jaringan, dan punya obsesi
menjadikan panda dan orang utan
piawai menggunakan internet…
• Ga mau keliatan stupid (belum apa2 udah defense. Kalo keseringan bisa jadi anxiety-disorder niiy;):
… sbnernye gw gak biasa ngisi testi org. soale takut salah ngomong, he2.
- eenng.. kalo yang ini kliatan –a little bit- narciss ya? Maksud hati muji orang tapi sembari proyeksi diri juga:
Yah, itu 10 tahun lalu tentang S** orang yang lebih senang mendengar, mengamati, dibandingkan berbicara. Dan setelah dipertemukan kembali lewat sebuah blog (what a weird place of meeting!), kesanku sekarang S** jauuuhhhh lebih rebelious.
Rebel, rebel, rage… Dan dia bisa speak-out louder, laugh out louder, lewat tulisan! Just wonder: kok bisa-bisanya Dylan Thomas dan Rumi menyatu di satu tubuh?
Tapi itu semua, rasanya, cuma permukaan. Di dalam, ada satu yang tampaknya tetap berpijar, sejak dulu. Pencarian itu… ya? Looking for meanings, of this life. You feel that too, right? Di balik etalase di kota warna-warni ini, there’s something worth searching for…
Satu hal yang tidak semua orang memilikinya. That is you.
• Pinginnya siy looks friendly and funny, ternyata teuteup ga bisa nutupin ke- garing-an and ke-rigid-an.:p
- apa yang terjadi dengan dirimu?
Kamu begitu berubah.
Kemana hilangnya kelangsinganmu?
Oh dunia kenapa kau begitu kejam?
Temanku kini tak langsing lagi.
He..he..he..becanda kok.
S** adalah satu dari sedikit jurnalis wanita di Indonesia yang punya dedikasi tinggi merentang dari sejak kuliah hingga saat ini.
Selamat terus berkarya dan mencari makna hidup ya.
All the best for you.
- ( kalo yang ini?) Tidak menyia2kan kesempatan –demi- meninggikan diri dengan cara ’menginjak’ orang lain (ps. Kok seperti ngeliat cermin diri yaa?:))
…Ibu satu ini, saingan gw dari kecil…
dari SD, SMP, SMU, S1, mpe sekarang S2…
Emm… Dulu, gw selalu menang dari dia, tapi akhirnya loe bisa menangin satu hal dari gw… loe nikah duluan… hehe…
Ga papa deh…
yang penting loe jangan lupain tuh tesis…
Ayo bu… SEMANGAT…
Buruan selsein tesis nya…
Asli, lega banget lho klo dah luluz…
Heeeeuuuh..!
Well, itu semua hanya beberapa contoh saja, yang bagaimanapun cara pengungkapkannya, Friendster ini adalah sarana efektif untuk unjuk eksistensi diri.
Hanya membutuhkan sedikit waktu dan energi, to announce:
“Helloooo..I’m here and (ehem!) still exist! I’m part of this world, man!”
Ya ndak siiy..?
Kenapa yaa manusia kok butuh merasa ‘ada’? setiap orang seolah ingin menunjukkan siapa gerangan dirinya melalui..many things! Dari appearance, prestasi akademis, jabatan mapan, status di komunitas tertentu, dan sebagainya. Sedari kecil yang selalu di pompakan pada diri kita adalah atmosfir persaingan untuk menjadi yang terbaik. Kita dianggap ada karena atribut pencapaian yang kita raih. Hey..setiap orang memang have to do the best, but not to be the best. Be careful, fella..!
Iya. Konon, manusia itu diciptakan spesial, unik. Dari dulu juga udah pada tau, kan? Tapi dimana letak ke-unik-annya?. Apanya yang unik? Wong ketika anak kita tidak bisa mengikuti standard pada umumnya, malah dibilang anomali. Di predikati macam-macam istilah: dari mulai disability, disorder, diskualifikasi..owh engga ya..;) Jadi ragu nih. Bukankah yang terlihat ’blessed-person’ itu justru kalo seseorang dilimpahi kemudahan dalam urusan duniawi: harta benda, jabatan, anak. Punya sarana mengakomodir ke-hedonis-annya. Oops!
Apa yang dimaksud bahwa setiap orang membawa misi khusus dari Sang Pencipta. Bakatkah? Sepertinya bukan deh. Buktinya sekarang banyak adu-bakat.;) Ujung-ujungnya kompetensi juga. Emangnya ndak boleh kompetensi? Lhah kalo kita mengimani bahwa setiap orang demikian berharga karena membawa khazanah-Illahiyyah yang spesifik harusnya ndak perlu tanding-tandingan kayak gitu dooong. Yang ada tuh, setiap orang berkompetisi dengan dirinya sendiri. Which means: setiap progress yang kita buat ukurannya dari diri sendiri. Analog (seperti) anak yang tahapannya mulai dari fase duduk, merangkak, kemudian berjalan. Progressnya kan dari dirinya sendiri, bukannya di lombakan atau di tandingkan dengan yang lain, misal, hayooo..siapa yang 5 bulan udah bisa jalan ta’ kasih piala. Oh, dear. Ya ndak begitulah. Yang penting itu setiap orang making-progress. Progress apa? Yaa..terkait kesadarannya. Bukan progress, kalo sekarang punyaa uang 100, besok 200. sekarang punya mobil, tahun depan punya rumah.
Progress yang mustinya lebih substantif..
Hmmm..mungkin perlu iman kali ya untuk memahami ini. Soal keunikan ini. Soal ke-sejati-an diri.
Bahwa masing-masing diri spesial dan competence di bidangnya. Jadi ndak perlu lah bersaing dan sebagainya, ambisius untuk mencapai kedudukan tertentu, Apalagi me-lomba-kan anak-anak kita sedari kecil.
Sebetulnya ‘kompetisi’ yang kita kenal sekarang itu kan, awalnya hanya sekedar ajang pen-seleksi-an. Placement. Mencari seorang yang competent di bidangnya. Untuk mendudukkan seseorang pada urusan yang tepat. Sebagai sarana indikator pengenal diri.
Bukannya untuk cari menang-kalah. Itu yang bikin stress dan..gawatnya bisa membuat kita meng-hujat Tuhan (kalo ada di posisi yang ‘lemah’). Hiyyy.. ketemu monster masih lebih ‘menguntungkan’ ketimbang hati di hiasi prasangka pada Tuhan.
Tapi..emang sedikit sekali yang punya kesadaran untuk berjalan menempuh apa yang Dia ta’ala kehendaki dalam penciptaan dirinya ke muka bumi. Jarang manusia yang mencapai status: ’the right man on the right place”.
Kalo manusia sudah sampai pada tahap ini siiy, ndak perlu lagi unjuk eksistensi diri via friendster2an, kalee..;)
Ps: Saya tidak bertanggung-jawab atas keliaran pikiran dan segala penyakit hati (ketersinggungan ataupun kedengkian) yang anda derita.. heheh! peace.;))
March 4th, 2008 at 23:06
Huahahaha
Lucu banget postingnya
Its so you!
Dikemukakan dengan mengalir dan lugas dengan gayamu. I like it!
Though my reason to get on friendster is to get in touch with my dear old friend from kindergarten up to college…so what d ya tink ?
Hug n kisses
March 6th, 2008 at 11:36
Well, everybody has common-reason when they decide to friendster: to get in touch with old friends..;) -what a bored-reasons! btw, i’m one of you, gurlz..
Itu sebenarnya hanya alasan ‘lapis kedua’ alias ‘permukaan’, alasan yang esensialnya mah: eksistensi. Ga laen. Ngakuu deeeh. Imagine: kalo dirimu bukan dokter yang sekarang sukses mimpin klinik, salik pula, yang punya bacaan dan pengalaman yang keren-keren…melainkan seorang yang -let say- gagal dalam kehidupan: sekolah ga bener, nganggur, ga punya keluarga, cacat fisik..apa masih kepikiran mrenster?
Lagian kalo udah ikutan friendster, terus mau ngobrolin apa siiiy? palingan juga: eh kerja dimana? anak udah berapa? si itu kabarnya gimana? inget ga waktu kita demo n sempet di interogasi polres semaleman? ..something like that-lah, sort of!
Paling banter, kalo rada kreatif, bikin perkumpulan atau kegiatan, kayak: bantu korban banjir, komunitas ‘go-green’, ‘go-blog’ (hehe..)atau ngajak pengajian..-yah, masih lumayan lah..
Eh, usul nih, gimana kalo Bapak (cile) kita bikinin friendster? whuah, pasti seru! testimoni-nya bakal cepet penuh tuh..hehe! kira-kira ada yang curhat tentang m*q*m gak, ya?;))
March 6th, 2008 at 21:33
Nah inilah khas loncatan pemikirannya Dinov…bikinin Bapak friendster hallah..
Ga tega aku sih…:D
Anyway dear, for all of the reason of why people posted their own feature there. This is a phenomenon of today, whether its called friendster, blog, multiply etc…
I still have faith there’s something good in it, despite of existential necessity.
Luv!
March 7th, 2008 at 19:59
Lhaiyalah, dear, semua juga prinsipnya: maa khalaqta hadzaa baathila. Ndak ada yang sia-sia, semua pasti ada manfaatnya. Setan aja punya manfaat kok..:p
Then, aku cuma mencoba mengkritisi fenomena friendster ini hadir karena apa? pasti untuk mengakomodir suatu kebutuhan tertentu, kan? nah, kebutuhan apa kira2? kebutuhan paling mendasar..yang mungkin ga setiap orang bisa mengkritisi substantially.
Alasan: eksistensi aku temukan setelah ngebaca berhari-hari berbagai friendster yang berhasil aku masuki. Masing-masing comment and testimony aku documented, sampe kemudian aku beroleh kesimpulan seperti itu.
But, take it easy dear..ga salah juga kok dengan kata ‘eksistensi’ -walau sangat berbau hawa-nafsu..lha kalo orang ndak punya kebutuhan untuk eksis, ndak ada hawa-nafsu, nanti masjid penuh semua dooong..
haiiyyyaaa!;)
March 11th, 2008 at 21:51
you are sooo right….:)
March 11th, 2009 at 11:51
Very nice information. Thanks for share………
*blogwalking nich….mampir ke tempatq yach..*
July 4th, 2009 at 18:18
Can you provide more information on this?
July 5th, 2009 at 09:15
Can you provide more information on this?
March 20th, 2010 at 09:00
makasih udah membagi info ini, moga sukses slalu, jangan lupa mampir tempat saya